Peresean Lombok (2)

 


Setelah kita mengetahui tentang irama yang dimainkan oleh pengiring dalam musik peresean maka sekarang kita akan mengenal istilah dalam dunia peresean beserta sisi hiburannya.

Pekembar dalam peresean adalah yang mendampingi pemain yah bisa dibilang pelatih, official ataupun ketua kelompok atau ketua paguyuban peresean. Pekembar sendiri sebenarnya adalah pemain atau pepadu yang sudah senior atau berhenti dalam menjadi pepadu. Syaratnya pun bisa dibilang tidak ada, yang penting tahu tentang peresean dan teknik menyerang dan bertahan. 

Pekembar inilah yang akan saling menantang atau menentukan siapa lawan siapa, deal dealan lah bahasa sekarang. Ketika grup A bertemu dengan grup B maka masing masing pekembar akan meminta pepadu pepadu yang mereka miliki berdiri, bisa saling menghadap bisa juga saling membelakangi tetapi dalam suatu lomba harus saling berhadapan, ketika pekembar A menunjuk si pepadunya maka si B akan menunjuk yang akan dilawan oleh si A. Sebagai tanda setuju maka ende dipukul 1 kali. Itu menandakan si A dan si B resmi akan berhadapan nanti.

Untuk memulai maka wasit (sebutanx juga pekembar) akan mengambil dua penjalin dan dilempar ke tengah yang nantinya akan diambil oleh pelatih atau pekembar masing masing, konon mitosnya pengambilan penjalin inipun harus memakai mantra supaya bisa berdampak terhadap sang pepadu sendiri, terkadang pekembar sambil memgang penjalin sambil melantunkan doa atau mantra ke penjalin tersebut.

Kebiasaan ini bisa kita lihat juga dengan pekembar mengurut penjalin dari bawah keatas, penjalin terkadang di bengkok kan, terkadang diinjak di tanah tergantung dari ilmu atau mantra dari masing masing pekembar. Sebagai catatannya masing masing paguyuban memiliki


aliran ilmu yang berbeda beda sehingga ritual inipun akan terlihat sakral bagi yang mengetahui dan biasa biasa saja bagi penonton umumnya.

Nah itulah sekelumit tentang pekembar di tulisan berikutnya akan kita bahas tentang pepadu dan latar belakangnya.... bersambung.

Comments